Nursing

Kebutuhan DASAR MANUSIA II

 

MENGATUR POSISI PASIEN

PADA GANGGUAN PERNAFASAN

 

Oleh:

Kelompok 4

      Delvi Eliza

      Hidayati

      Jumy Arif

      Trie Febby Eryanti

      Yurita Rahmi

 

 

 

Dosen Pembimbing:

Ns. Febryanti,S.Kep

 

STIKes Mercubaktijaya Padang

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT , yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia yang di berikan oleh Dosen pengajar, penulis menyadari adanya berbagai kekurangan, baik dalam isi materi maupun penyusunan kalimat.

Namun demikian, perbaikan merupakan hal yang berlanjut sehingga kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini sangat penulis harapkan. Penulis atuskan terimakasih kepada dosen pembimbing penulis yaitu Ns.Febriyanti,S.Kep yang telah memberi penjelasan kepada penulis yang telah memberi doa dan dorongan kepada penulis dan teman-teman yang seperjuangan dengan penulis.

 

 

 

 

 

 

 

Padang, 14 maret 2012

Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

 

Berbagai modalitas pengobatan digunakan ketika merawat pasien dengan berbagai tipe gangguan pernafasan. Pilihan modalitas ini didasarkan pada gangguan oksigenasi dan apakah terdapat masalah dengan ventilasi gas,difusi gas,atau keduanya.

Terapinya berkisar dari modalitas sederhana noninvasive sampai tindakan yang sangat invasive dan kompleks. Pengkajian dan penatalaksanaan pasien gangguan sistem pernafasan sangat baik dilakukan bila pendekatan yang digunakan adalah multi disiplin dan kolaboratif.

Tindakan keperawatan sangat diperlukan keterampilan kritis dalam melakukan berbagai tindakannya khususnya dalam hal perawatan pasca pemasangan alat-alat bantuan oksigenasi.

 

Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguanpernapasan melakukan

 

B . TUJUAN

 

  • Menguraikan penatalaksanaan keperawatan untuk pasien yang mendapat tindakan mengatur posisi pasien pada gangguan pernafasan.
  • Mampu melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana asuhan keperawatan.

BAB II

PEMBAHASAN

 

→    Mengatur posisi pasien gangguan pernafasan

Posisikan dada lebih tinggi dari perut

Tujuannya adalah agar organ dalam yang berada dibawah otot diaphragma sedikit turun mengikuti arah gravitasi. Hal ini membuat diaphragma bebas bergerak turun sehingga pernapasan menjadi lebih mudah.

Posisinya adalah duduk atau setengah duduk, dengan atau tanpa sandaran.

Posisi ini jangan dilakukan apabila :

ü  dicurigai terdapat cidera leher atau tulang belakang

ü  dicurigai terdapat patah tulang panggul atau patah tulang tungkai atas (paha) yang mendekati panggul.

ü  penderita tidak sadar

Posisi yang lain adalah dengan sedikit meninggikan tandu pada bagian kepala. Namun jangan terlalu tinggi dan pastikan penderita terfiksasi dengan baik.
Jangan terlalu banyak mengajak bicara

Kadang perawat mengajak bicara penderita untuk menenangkan penderita atau berusaha mengalihkan perhatian dari sakitnya. Namun pada kasus gangguan pernapasan, perawat harus sedikit mungkin bertanya pada penderita karena kesulitan pasien untuk bernapas dan berbicara.

→    Latihan Pernafasan

Tujuan latihan pernafasan adalah untuk:
1.Mengatur frekuensi dan pola napas sehingga mengurangi air trapping
2.Memperbaiki fungsi diafragma
3.Memperbaiki mobilitas sangkar toraks
4.Memperbaiki ventilasi alveoli untuk memperbaiki pertukaran gas tanpa meningkatkan kerja pernapasan.
5.Mengatur dan mengkoordinir kecepatan pernapasan sehingga bernapas lebih efektif dan mengurangi kerja pernapasan
a. Pernafasan Diafragma

ü  Pemberian oksigen bila penderita mendapat terapi oksigen di rumah.

ü  Posisi penderita bisa duduk, telentang, setengah duduk, tidur miring ke kiri atau ke kanan, mendatar atau setengah duduk.

 

ü  Penderita meletakkan salah satu tangannya di atas perut bagian tengah, tangan yang lain di atas dada. Akan dirasakan perut bagian atas mengembang dan tulang rusuk bagian bawah membuka. Penderita perlu disadarkan bahwa diafragma memang turun pada waktu inspirasi. Saat gerakan (ekskursi) dada minimal. Dinding dada dan otot bantu napas relaksasi.

ü  Penderita menarik napas melalui hidung dan saat ekspirasi pelan-pelan melalui mulut (pursed lips breathing), selama inspirasi, diafragma sengaja dibuat aktif dan memaksimalkan protrusi (pengembangan) perut. Otot perut bagian depan dibuat berkontraksi selama inspirasi untuk memudahkan gerakan diafragma dan meningkatkan ekspansi sangkar toraks bagian bawah.

ü  Selama ekspirasi penderita dapat menggunakan kontraksi otot perut untuk menggerakkan diafragma lebih tinggi. Beban seberat 0,5­1 kg dapat diletakkan di atas dinding perut untuk membantu aktivitas ini.
b. Pursed lips breathing

•menarik napas (inspirasi) secara biasa beberapa detik melalui hidung (bukan menarik napas dalam) dengan mulut tertutup
•kemudian mengeluarkan napas (ekspirasi) pelan-pelan melalui mulut dengan posisi seperti bersiul
•PLB dilakukan dengan atau tanpa kontraksi otot abdomen selama ekspirasi
•Selama PLB tidak ada udara ekspirasi yang mengalir melalui hidung
•Dengan pursed lips breathing (PLB) akan terjadi peningkatan tekanan pada rongga mulut, kemudian tekanan ini akan diteruskan melalui cabang-cabang bronkus sehingga dapat mencegah air trapping dan kolaps saluran napas kecil pada waktu ekspirasi

 

C. Lower Side Rib Breathing
•Letakkan kedua tangan di bagian bawah kedua rusuk
•Tarik nafas dalam dan pelan, sehingga tangan terasa maju kedepan
•Keluarkan nafas secara pelan melalui mulut(pursed lips breathing) sehingga tangan terasa kembali pada posisi semula.
•Istirahat

D. Lower Back and Ribs Breathing
•Duduk di kursi, Letakkan kedua tangan di punggung, tahan dan luruskan punggung
•Tariklah nafas dalam dan pelan sehingga rongga rusuk belakang mengembang
•Tahan kedua tangan, keluarkan nafas secara pelan

E. Segmental Breathing
•Letakkan tangan pada kedua bagian rusuk bawah
•Tarik nafas dalam dan pelan, konsentrasikan kepada bagian kanan rusuk dan tangan mengembang
•Pastikan/usahakan bagian rongga rusuk/tangan kanan mengembang lebih besar dibandingkan dengan bagian kiri
•Tahan tangan, keluarkan nafas secara perlahan dan rasakan rongga rusuk/kanan yang mengembang kembali seperti semula
•Ulangi, dan lakukan sebaliknya untuk bagian kiri sama seperti tehnik diatas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

→  Batuk Efektif

 

Pengertian :

Batuk efektif  merupakan suatu metode batuk dengan benar, dimana klien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal.

 

 

Tujuan :

Batuk efektif dan napas dalam merupakan teknik batuk efektif yang menekankan inspirasi maksimal yang dimulai dari ekspirasi , yang bertujuan:
a) Merangsang terbukanya system kolateral.

b) Meningkatkan distribusi ventilasi.

c) Meningkatkan volume parud) Memfasilitasi pembersihan saluran napas

 

 

Batuk Yang tidak efektif menyebabkan :
1) Kolaps saluran nafas
2) Ruptur dinding alveoli
3) Pneumothoraks

 

 

Indikasi:
Dilakukan pada pasien seperti COPD/PPOK, Emphysema, Fibrosis, Asma, chest infection, pasien bedrest atau post operasi

 

Latihan Batuk/Batuk Efektif

•Huff Coughing adalah tehnik mengontrol batuk yang dapat digunakan pada pasien menderita penyakit paru-paru seperti COPD/PPOK, emphysema atau cystic fibrosis.
Untuk menyiapkan paru-paru dan saluran nafas dari Tehnik Batuk huff, keluarkan semua udara dari dalam paru-paru dan saluran nafas. Mulai dengan bernafas pelan. Ambil nafas secara perlahan, akhiri dengan mengeluarkan nafas secar perlahan selama 3 – 4 detik.

  • Tarik nafas secara diafragma, Lakukan secara pelan dan nyaman, jangan sampai overventilasi paru-paru.
  • Setelah menarik nafas secra perlahan, tahan nafas selama 3 detik, Ini untuk mengontrol nafas dan mempersiapkan melakukan batuk huff secara efektif.
  • Angkat dagu agak keatas, dan gunakan otot perut untuk melakukan pengeluaran nafas cepat sebanyak 3 kali dengan saluran nafas dan mulut terbuka, keluarkan dengan bunyi Ha,ha,ha atau huff, huff, huff.
  • Tindakan ini membantu epligotis terbuka dan mempermudah pengeluaran mucus. Kontrol nafas, kemudian ambil napas pelan 2 kali.
  •  Ulangi tehnik batuk diatas sampai mucus sampai ke belakang tenggorokkan
  • Setelah itu batukkan dan keluarkan mucus/dahak

 

 

  • Postsurgical Deep Coughing
    Step 1 :
    •Duduk di sudut tempat tidur atau kursi, juga dpat berbaring terlentang dengan lutut agak ditekukkan.
    •Pegang/tahan bantal atau gulungan handuk terhadap luka operasi dengan kedua tangan
    •Bernafaslah dengan normal

    Step 2 :
    •Bernafaslah dengan pelan dan dalam melalui hidung.
    •Kemudian keluarkan nafas dengan penuh melalui mulut, Ulangi untuk yang kedua kalinya.
    •Untuk ketiga kalinya, Ambil nafas secara pelan dan dalam melalui hidung, Penuhi paru-paru sampai terasa sepenuh mungkin.

    Step 3 :

    • Batukkan 2 – 3 kali secara berturut-turut. Usahakan untuk mengeluarkan udara dari paru-paru semaksimalkan mungkin ketika batuk.
    • Relax dan bernafas seperti biasa, dan ulangi tindakan diatas seperti yang diarahkan.

 

 

CARA MELATIH BATUK EFEKTIF UNTUK MENGELUARKAN DAHAK PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TBC)

  1. Mengatur posisi duduk : badan tegak, kepala menghadap ke depan
  2. Meminta pasien meletakkan 1 tangan di dada dan 1 tangan di perut
  3. Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung selama 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
  4. Meminta psien merasakan mengembangnya perut (cegah lengkung pada punggung)
  5. Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
  6. Meminta pasien menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
  7. Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari perut
  8. Memasang tempat dahak di pangkuan pasien
  9. Meminta pasien untuk melakukan nafas dalam 2 kali, yang ke-3 : melakukan tarik nafas, tahan nafas dan terakhir batukkan dengan kuat.
  10. Menampung dahak ke tempat yang telah disediakan

 

CARA MEMPERSIAPKAN TEMPAT UNTUK MEMBUANG DAHAK

  1. Siapkan tempat pembuangan dahak : kaleng berisi cairan desinfektan yang dicampur dengan air (air sabun / detergen, air bayclin, air lisol) atau pasir
  2. Isi cairan sebanyak 1/3 kaleng
  3. Buang dahak ke tempat tersebut
  4. Bersihkan kaleng tiap 2 atau 3 hari sekali
  5. Buang isi kaleng bila berisi pasir : kubur dibawah tanah
  6. Bila berisi air desinfektan : buang di lubang WC, siram
  7. Bersihkan kaleng dengan sabun

 

Daftar Pustaka

 

http://iwansain.wordpress.com/2007/08/22/batuk-efektif/

http://athearobiansyah.blogspot.com/2007/09/posisi-pasien-gangguan-pernafasan.html

http:e-smartschool.com

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s